cara membuat indukan yang baik beserta perawatannya,



Membuat indukan jangkrik yang berkualitas dan merawatnya dengan baik adalah kunci sukses dalam budidaya jangkrik. Berikut adalah langkah-langkah untuk menghasilkan indukan jangkrik yang baik serta cara perawatannya:

Cara Membuat Indukan Jangkrik yang Baik

1. Pilih Indukan dari Jangkrik Dewasa yang Sehat

  • Pilih jangkrik yang berusia antara 2-3 bulan untuk dijadikan indukan, karena pada usia ini jangkrik sudah matang secara seksual dan siap bertelur.
  • Pilih jangkrik yang aktif, lincah, dan tidak cacat secara fisik.
  • Pastikan jangkrik jantan memiliki suara nyaring, dan jangkrik betina memiliki tubuh yang lebih besar serta memiliki ovipositor (alat untuk bertelur) yang panjang.

2. Perbedaan Jantan dan Betina

  • Jangkrik jantan biasanya memiliki tubuh yang lebih ramping dan terdapat alat bunyi (sayap keras yang bergesekan), tidak memiliki ovipositor di bagian ekor.
  • Jangkrik betina memiliki tubuh yang lebih gemuk dan terdapat ovipositor panjang di bagian ekornya untuk bertelur.

3. Seleksi Jangkrik yang Tahan Stres

  • Pilih indukan jangkrik yang berasal dari populasi yang tahan terhadap perubahan lingkungan dan stres. Jangkrik yang tahan stres biasanya lebih kuat dan produktif dalam bertelur.

4. Perbandingan Jantan dan Betina

  • Untuk proses reproduksi yang efektif, gunakan perbandingan 10 betina untuk setiap 2-3 jantan. Jumlah betina yang lebih banyak akan meningkatkan produktivitas telur.

5. Kondisi Kandang Indukan

  • Kandang untuk indukan harus memiliki ukuran yang cukup luas dan ventilasi udara yang baik. Pastikan suhu dalam kandang stabil, antara 25°C-30°C, dengan kelembapan yang cukup untuk mendukung proses bertelur.
  • Gunakan egg tray atau tempat persembunyian agar indukan tidak stres.

Perawatan Indukan Jangkrik

1. Pemberian Pakan yang Tepat

  • Berikan pakan yang bergizi tinggi untuk menjaga kesehatan indukan dan meningkatkan produksi telur. Kombinasikan pakan alami dan pakan buatan:
    • Pakan alami: sayuran hijau (kubis, daun singkong, daun pepaya), dedaunan, dan jagung muda.
    • Pakan tambahan: dedak, bekatul, pelet ikan, atau voer ayam.
  • Pastikan pakan diberikan secara teratur, 2 kali sehari, pagi dan sore, untuk menjaga kesehatan jangkrik.

2. Suplemen Tambahan

  • Untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kesuburan, Anda bisa menambahkan vitamin atau suplemen khusus yang dicampurkan pada pakan atau air minum.
  • Pastikan suplemen yang digunakan aman dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

3. Jaga Kelembapan Kandang

  • Jangkrik betina memerlukan kelembapan yang cukup untuk proses bertelur. Semprotkan air secukupnya pada kandang (gunakan sprayer) untuk menjaga kelembapan, namun hindari kelembapan yang berlebihan agar tidak menimbulkan jamur.
  • Media untuk bertelur (seperti tanah atau pasir lembap) juga harus selalu dijaga agar tetap basah, karena jangkrik betina menyukai tempat lembap untuk bertelur.

4. Pemeliharaan Media Bertelur

  • Sediakan tempat khusus bertelur berupa wadah berisi tanah atau pasir lembap sebagai media bertelur. Tempat ini penting untuk menjaga telur tetap dalam kondisi yang baik hingga menetas.
  • Gantilah media bertelur setiap 3-5 hari untuk menghindari telur yang rusak atau terkontaminasi.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

  • Jaga kebersihan kandang dan hindari penumpukan kotoran. Bersihkan kandang secara teratur untuk mencegah penyakit.
  • Pastikan kandang bebas dari serangga pengganggu seperti semut, kecoa, dan kutu yang bisa menyerang indukan atau telur jangkrik.

6. Pisahkan Jangkrik yang Sakit atau Lemah

  • Periksa secara rutin kondisi indukan. Jika ada jangkrik yang tampak lemah atau sakit, segera pisahkan dari populasi lainnya agar tidak menulari yang lain.
  • Berikan perawatan khusus pada jangkrik yang sakit atau lemah, seperti memberi pakan tambahan atau vitamin, atau buang jika tidak memungkinkan untuk disembuhkan.

Proses Reproduksi dan Pengambilan Telur

  • Setelah 7-10 hari sejak perkawinan, betina akan mulai bertelur di media yang sudah disediakan. Kumpulkan telur setiap 3-5 hari sekali untuk ditempatkan di wadah khusus penetasan.
  • Pastikan telur yang diambil disimpan di tempat yang lembap dan aman agar bisa menetas dengan baik.

Dengan langkah-langkah di atas, Anda bisa menghasilkan indukan jangkrik yang sehat dan produktif, serta menjaga keberlangsungan produksi telur dengan perawatan yang tepat.

Comments

Popular posts from this blog

ukuran box jangkrik yang dibutuhkan saat ternak jangkrik

29 jumat