cara merawat indukan jangkrik untuk produksi telur jangkrik



erawat indukan jangkrik untuk produksi telur yang optimal memerlukan perhatian khusus pada kondisi lingkungan, pakan, dan kesehatannya. Berikut ini adalah panduan lengkap tentang cara merawat indukan jangkrik agar produktif dalam menghasilkan telur:

1. Pemilihan Indukan Jangkrik

  • Betina dan Jantan: Pastikan Anda memiliki jumlah yang seimbang antara indukan betina dan jantan. Biasanya, rasio ideal adalah 10 betina untuk 3-5 jantan.
  • Ciri Indukan Sehat:
    • Betina yang siap bertelur memiliki ovipositor (alat untuk bertelur) di bagian belakang tubuhnya, yang tampak seperti jarum panjang.
    • Indukan jantan sehat terlihat aktif, sering beradu suara (mengerik), dan memiliki tubuh yang kokoh.
    • Pilih indukan yang berukuran besar, tidak cacat, dan aktif bergerak.

2. Kandang yang Ideal

  • Gunakan kandang berukuran cukup besar dengan ventilasi yang baik untuk indukan jangkrik. Kontainer plastik atau kotak kayu yang dilengkapi dengan jaring halus di bagian atas sangat cocok.
  • Tempatkan karton telur atau papan tipis sebagai tempat jangkrik bersembunyi karena mereka menyukai tempat yang gelap dan tenang.
  • Jaga kelembapan dan suhu kandang di sekitar 26-30°C agar indukan tetap nyaman dan produktif.

3. Pemberian Pakan Bergizi

Pakan yang baik dan bergizi penting untuk memastikan indukan jangkrik sehat dan produktif dalam menghasilkan telur. Berikut adalah beberapa jenis pakan yang dapat diberikan:

  • Pakan Utama:
    • Pelet ayam yang kaya protein, yang bisa digiling halus untuk jangkrik.
    • Jagung halus atau bekatul (dedak padi).
  • Pakan Tambahan:
    • Sayuran hijau seperti daun sawi, kangkung, atau bayam yang kaya vitamin dan mineral.
    • Buah-buahan yang berair seperti pepaya atau wortel untuk meningkatkan kelembapan tubuh jangkrik.
    • Suplemen protein seperti telur rebus yang dihancurkan dapat ditambahkan untuk meningkatkan produksi telur.
  • Air Minum:
    • Berikan jangkrik kapas basah atau sayuran berair seperti mentimun sebagai sumber cairan, agar mereka tidak kekurangan air tanpa risiko tenggelam.

4. Media Bertelur yang Tepat

Untuk mendorong indukan betina bertelur, Anda perlu menyediakan tempat yang nyaman dan sesuai untuk bertelur:

  • Wadah Bertelur: Siapkan wadah kecil berisi pasir basah atau tanah halus setebal 2-3 cm sebagai tempat indukan betina bertelur. Pastikan pasir atau tanah dalam kondisi lembap tapi tidak terlalu basah.
  • Letak Wadah: Letakkan wadah bertelur di beberapa sudut kandang agar betina mudah mengaksesnya. Ganti wadah ini secara berkala untuk menjaga kualitas telur.
  • Penggantian Wadah: Setelah 4-7 hari, pindahkan wadah yang berisi telur ke tempat terpisah untuk menunggu proses penetasan, dan gantilah dengan wadah baru untuk indukan yang terus bertelur.

5. Kondisi Lingkungan yang Mendukung

  • Kelembapan dan Suhu: Jaga kelembapan di dalam kandang dengan menyemprotkan sedikit air pada media alas, tapi jangan sampai terlalu basah. Suhu ideal untuk produksi telur adalah 26-30°C. Jika terlalu panas atau terlalu dingin, produksi telur bisa menurun.
  • Penerangan: Jangkrik menyukai kondisi gelap. Jaga agar kandang tidak terlalu terang karena jangkrik akan lebih nyaman untuk kawin dan bertelur dalam kondisi gelap atau remang-remang.
  • Minim Gangguan: Tempatkan kandang di lokasi yang jauh dari kebisingan dan gangguan dari hewan lain seperti kucing, tikus, atau semut.

6. Penggantian Indukan

  • Masa Produktif: Indukan jangkrik umumnya produktif selama 3-4 bulan. Setelah itu, jangkrik betina akan mulai menurun dalam produksi telurnya. Sebaiknya lakukan rotasi indukan setiap 2-3 bulan untuk memastikan produksi tetap stabil.
  • Pemisahan Jangkrik yang Tidak Produktif: Pisahkan jangkrik yang terlihat sakit atau tidak aktif dari kelompok indukan agar tidak mengganggu jangkrik lainnya.

7. Perawatan dan Pembersihan Kandang

  • Pembersihan Rutin: Bersihkan kandang secara teratur, minimal sekali dalam 2 minggu, untuk membuang sisa makanan dan kotoran jangkrik yang dapat memicu munculnya jamur atau penyakit.
  • Cegah Kanibalisme: Pastikan jumlah jangkrik dalam kandang tidak terlalu banyak agar tidak terjadi kanibalisme. Jangkrik bisa memakan telur atau menyerang satu sama lain jika kekurangan makanan atau tempat berlindung.

8. Penanganan Telur Setelah Bertelur

  • Perlakukan Telur dengan Hati-hati: Saat memindahkan wadah berisi telur, pastikan dilakukan dengan hati-hati agar telur tidak rusak.
  • Tempat Penetasan: Simpan wadah telur di tempat yang hangat dan lembap, dengan kondisi mirip dengan kandang indukan. Telur akan menetas dalam waktu 7-10 hari.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, indukan jangkrik akan lebih produktif dalam menghasilkan telur, sehingga bisa memberikan hasil yang optimal untuk beternak jangkrik secara berkelanjutan.

Comments

Popular posts from this blog

ukuran box jangkrik yang dibutuhkan saat ternak jangkrik

29 jumat