Perawatan Jangkrik yang Benar Sebelum Panen ala Juragan Jangkrik
Merawat jangkrik sebelum panen merupakan langkah penting untuk memastikan kualitas dan kuantitas hasil yang optimal. Berikut adalah panduan perawatan jangkrik ala "Juragan Jangkrik" yang umum dilakukan untuk mendapatkan jangkrik yang sehat dan siap panen:
1. Pemilihan Bibit Jangkrik
- Pilih bibit jangkrik yang berkualitas baik. Bibit yang unggul biasanya berasal dari indukan yang sehat dan aktif.
- Bibit sebaiknya berukuran seragam untuk memastikan pertumbuhan yang lebih merata.
2. Pemberian Pakan yang Tepat
- Pakan utama: Jangkrik biasanya diberi makan sayuran hijau seperti kangkung, daun singkong, dan daun pepaya. Sayuran ini memberikan nutrisi yang penting bagi pertumbuhan jangkrik.
- Pakan tambahan: Untuk menambah protein, jangkrik bisa diberi makan pelet ayam atau pakan komersial khusus jangkrik.
- Frekuensi pemberian pakan: Beri makan jangkrik dua kali sehari, pada pagi dan sore hari.
3. Kebersihan Kandang
- Pastikan kandang jangkrik selalu dalam keadaan bersih. Sisa pakan yang tidak dimakan harus dibersihkan agar tidak menimbulkan penyakit.
- Jaga kelembapan kandang. Jangkrik membutuhkan lingkungan yang tidak terlalu kering atau terlalu lembab. Gunakan spray air secukupnya untuk menjaga kelembaban.
4. Pengendalian Suhu dan Kelembapan
- Jangkrik tumbuh optimal pada suhu sekitar 25-30°C. Kandang jangkrik harus dijaga agar tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
- Untuk menjaga suhu kandang, bisa menggunakan penutup seperti karung goni atau penutup lain yang memungkinkan sirkulasi udara tetap baik.
- Jika kandang terlalu lembap, gunakan bahan penyerap kelembapan seperti sekam padi atau pasir.
5. Pengaturan Kandang
- Kandang jangkrik harus dilengkapi dengan tempat persembunyian. Biasanya, orang menggunakan telur karton atau daun pisang kering sebagai tempat bagi jangkrik untuk berlindung.
- Pastikan kandang tidak terlalu sesak, karena jangkrik yang hidup di kandang yang terlalu padat cenderung stres dan kurang berkembang.
6. Pencegahan Penyakit
- Sebelum panen, pastikan jangkrik tidak terinfeksi penyakit. Periksa kandang secara berkala dan buang jangkrik yang mati atau sakit untuk mencegah penyebaran penyakit.
- Gunakan antiseptik atau larutan pembersih kandang jika diperlukan, tetapi pastikan bahan-bahan yang digunakan tidak beracun bagi jangkrik.
7. Persiapan Panen
- Jangkrik siap dipanen biasanya setelah 30-40 hari tergantung dari jenisnya. Tanda-tanda jangkrik siap panen adalah ketika jangkrik sudah mencapai ukuran maksimal dan memiliki sayap yang sempurna.
- Sebelum dipanen, pastikan jangkrik sudah cukup kuat dan tidak dalam kondisi stres. Jangkrik yang terlalu stres akan mempengaruhi kualitas saat dipasarkan.
8. Pengelolaan Pasca Panen
- Setelah dipanen, jangkrik bisa disimpan dalam tempat penyimpanan sementara yang memiliki ventilasi baik.
- Jika tidak langsung dijual, jangkrik bisa diawetkan dengan cara dikeringkan atau dibekukan.
Dengan melakukan perawatan yang baik dan benar, hasil panen jangkrik bisa optimal baik dari segi kualitas maupun kuantitas. "Juragan Jangkrik" umumnya sangat memperhatikan detail perawatan agar jangkrik yang dihasilkan memiliki nilai jual yang tinggi dan memenuhi permintaan pasar.
Comments
Post a Comment