Ternak Jangkrik Anti Ribet



Beternak jangkrik sebenarnya bisa dilakukan dengan cara yang praktis dan sederhana tanpa ribet, asalkan memahami dasar-dasar kebutuhan jangkrik dan lingkungan yang cocok untuk berkembang biak. Berikut adalah panduan beternak jangkrik anti ribet yang mudah diterapkan untuk pemula:

1. Persiapan Kandang yang Sederhana

  • Kandang atau wadah: Gunakan kotak kayu, kontainer plastik, atau kotak karton yang kuat sebagai kandang. Pastikan wadahnya memiliki ventilasi yang cukup untuk sirkulasi udara.
  • Penutup Kandang: Tutup kandang dengan kain kasa atau jaring halus untuk mencegah jangkrik kabur, sekaligus melindungi dari predator seperti semut.
  • Lokasi Kandang: Tempatkan kandang di tempat yang tenang, teduh, tidak terkena sinar matahari langsung, dan bebas dari suara bising. Jangkrik lebih suka tempat gelap dan sejuk.

2. Media Sarang yang Sederhana

  • Media Alas: Gunakan ampas kelapa, pasir halus, atau serbuk kayu sebagai alas di dalam kandang. Ini akan membantu menjaga kelembapan.
  • Tempat Bersembunyi: Jangkrik suka bersembunyi. Anda bisa menambahkan tempat persembunyian sederhana seperti egg tray (karton telur) yang disusun bertumpuk di dalam kandang.

3. Pemberian Pakan Praktis

  • Pakan Utama: Jangkrik mudah diberi makan. Anda bisa memberikan sayuran hijau (kubis, sawi, atau daun singkong), jagung giling, atau pelet ayam sebagai pakan utama.
  • Suplemen Pakan: Berikan potongan ubi, wortel, atau bekatul untuk tambahan nutrisi. Pastikan pakan ini selalu tersedia di dalam kandang.
  • Air Minum: Sediakan kapas basah atau potongan sayuran yang berair seperti mentimun untuk memenuhi kebutuhan air jangkrik, tanpa risiko tenggelam.

4. Perawatan Lingkungan Kandang

  • Kelembapan dan Suhu: Jangkrik menyukai kondisi yang lembap dan hangat (sekitar 26-30°C). Jaga agar kelembapan tetap terkontrol, bisa dengan menyemprot sedikit air pada media alas jika terlalu kering.
  • Pembersihan Kandang: Bersihkan kandang secara rutin, minimal setiap 2-3 minggu, untuk membuang kotoran dan sisa makanan yang membusuk. Ini mencegah munculnya bau tidak sedap dan penyakit.

5. Pembiakan yang Mudah

  • Pemilihan Indukan: Pilih indukan jangkrik yang sehat, dengan tubuh yang aktif dan tidak cacat. Jangkrik betina memiliki ovipositor (alat untuk bertelur) di bagian belakang tubuh, sementara jantan tidak.
  • Tempat Bertelur: Sediakan wadah kecil berisi pasir basah atau tanah halus di dalam kandang untuk tempat bertelur. Jangkrik betina akan meletakkan telurnya di media ini.
  • Pemindahan Telur: Setelah telur bertelur, pisahkan wadah telur ke tempat yang berbeda untuk menghindari jangkrik dewasa memakan telur. Simpan telur di tempat yang lembap dan biarkan menetas setelah 7-10 hari.

6. Panen dan Pemeliharaan Jangkrik Muda

  • Penetasan: Telur jangkrik biasanya akan menetas dalam 7-10 hari. Setelah menetas, pisahkan jangkrik kecil dari induk untuk menghindari kanibalisme.
  • Perawatan Anakan Jangkrik: Berikan pakan yang sama dengan jangkrik dewasa, tetapi dalam bentuk yang lebih halus seperti tepung pelet atau sayuran cincang halus.

Tips Anti Ribet:

  • Jaga Kebersihan Sederhana: Kandang jangkrik tidak memerlukan pembersihan harian, cukup jaga kebersihannya setiap beberapa minggu.
  • Pakan yang Ekonomis: Manfaatkan sisa sayuran dari dapur atau pelet ayam yang mudah didapatkan sebagai sumber pakan.
  • Hindari Kepadatan Berlebihan: Jangan terlalu banyak mengisi kandang dengan jangkrik untuk mencegah kanibalisme dan persaingan yang berlebihan.

Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana ini, Anda bisa beternak jangkrik dengan praktis tanpa ribet dan tetap mendapatkan hasil yang optimal.

Comments

Popular posts from this blog

ukuran box jangkrik yang dibutuhkan saat ternak jangkrik

29 jumat