Ternak Jangkrik Bagi Pemula: Mulai Dari Telur Hingga Panen



Ternak jangkrik bagi pemula dapat menjadi usaha yang menguntungkan dan tidak terlalu rumit jika dikelola dengan baik. Prosesnya dimulai dari penetasan telur hingga panen jangkrik dewasa. Berikut panduan lengkap ternak jangkrik mulai dari telur hingga panen:

1. Persiapan Kandang

  • Bahan kandang: Gunakan kardus besar, kotak kayu, atau boks plastik. Pastikan kandang memiliki ventilasi yang cukup untuk sirkulasi udara, tetapi tetap aman dari predator seperti semut, tikus, atau cicak.
  • Ukuran kandang: Untuk 1.000 telur jangkrik, kandang idealnya berukuran 100x60x30 cm.
  • Tempat persembunyian: Jangkrik membutuhkan tempat persembunyian, seperti menggunakan karton bekas telur atau daun pisang kering yang disusun di dalam kandang.
  • Pengaturan kelembapan: Jaga kelembapan kandang dengan menyemprotkan air secukupnya, terutama saat suhu udara terlalu panas. Jangan biarkan kandang terlalu kering atau terlalu basah.

2. Persiapan dan Penetasan Telur

  • Membeli telur jangkrik: Untuk pemula, lebih mudah memulai dengan membeli telur jangkrik yang berkualitas dari peternak terpercaya. Biasanya, 1 gram telur jangkrik berisi sekitar 1.500 telur.
  • Media penetasan telur: Letakkan telur jangkrik di dalam wadah yang berisi media seperti pasir halus atau tanah lembut. Media ini berfungsi sebagai tempat berlindung telur sebelum menetas.
  • Perawatan selama penetasan: Tempatkan wadah penetasan di dalam kandang dengan kelembapan yang cukup. Semprotkan air secara berkala agar telur tetap lembab, tetapi jangan terlalu basah.
  • Proses penetasan: Telur biasanya menetas dalam waktu 7-10 hari, tergantung suhu dan kelembapan. Pastikan suhu di sekitar kandang berkisar 25-30°C untuk mendukung proses penetasan yang optimal.

3. Perawatan Jangkrik Anakan (Nimfa)

  • Pakan anakan: Setelah telur menetas, anakan jangkrik (nimfa) akan membutuhkan makanan berupa sayuran segar seperti daun pepaya, daun singkong, atau kangkung yang diiris kecil. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari, pagi dan sore.
  • Pakan tambahan: Selain sayuran, kamu juga bisa memberikan pakan tambahan seperti pelet ayam atau dedak halus untuk meningkatkan asupan protein. Ini akan mempercepat pertumbuhan nimfa.
  • Kebersihan kandang: Jaga kebersihan kandang dengan membersihkan sisa-sisa makanan yang tidak dimakan agar tidak menimbulkan jamur atau penyakit. Gantilah alas kandang secara berkala.

4. Perawatan Jangkrik Dewasa

  • Pemindahan ke kandang lebih besar: Setelah jangkrik berusia 10-14 hari, mereka dapat dipindahkan ke kandang yang lebih besar untuk memberikan ruang gerak lebih. Ini penting agar pertumbuhan jangkrik optimal.
  • Pakan jangkrik dewasa: Pada tahap ini, jangkrik dewasa dapat diberi pakan yang lebih bervariasi seperti daun pisang, daun pepaya, jagung muda, dan pelet. Berikan sayuran yang bersih dan segar untuk menjaga kualitas jangkrik.
  • Kondisi kandang: Pastikan suhu kandang tetap stabil di kisaran 25-30°C dan kelembapan tidak terlalu rendah. Perhatikan sirkulasi udara yang baik di kandang untuk menghindari gangguan penyakit.
  • Perlindungan dari predator: Selalu pastikan kandang aman dari serangan hama atau predator seperti semut atau tikus yang bisa memangsa jangkrik.

5. Masa Panen

  • Jangkrik siap panen: Jangkrik biasanya sudah siap dipanen dalam waktu 30-40 hari sejak penetasan. Tanda-tanda jangkrik siap panen adalah ukurannya sudah maksimal dan memiliki sayap yang sempurna.
  • Cara panen: Panen jangkrik dilakukan dengan cara memisahkan jangkrik dewasa dari tempat persembunyian mereka menggunakan saringan atau tangan. Usahakan tidak terlalu kasar agar jangkrik tidak stres atau mati.
  • Penanganan setelah panen: Jangkrik yang sudah dipanen bisa langsung dijual atau disimpan dalam wadah sementara dengan ventilasi yang cukup jika tidak langsung dipasarkan.

6. Pengelolaan Pasca Panen

  • Penyimpanan jangkrik: Jika tidak langsung dijual, jangkrik bisa disimpan dalam kondisi hidup dengan memberikan sedikit makanan dan menjaga kelembapan kandang.
  • Pengolahan lebih lanjut: Kamu bisa mengeringkan atau membekukan jangkrik untuk dijual dalam bentuk lain yang lebih tahan lama. Jangkrik kering biasanya dijual sebagai pakan burung atau ikan hias, sementara jangkrik beku banyak diminati sebagai pakan reptil.

Tips Sukses Ternak Jangkrik Bagi Pemula

  1. Jaga Kebersihan: Kebersihan kandang adalah faktor utama untuk mencegah penyakit dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup jangkrik.
  2. Pakan yang Cukup dan Berkualitas: Jangkrik membutuhkan pakan yang cukup dan kaya akan nutrisi. Jangan lupa untuk selalu memberikan pakan yang segar dan bersih.
  3. Jaga Suhu dan Kelembapan Kandang: Pengendalian suhu dan kelembapan sangat penting. Jangan sampai kandang terlalu panas atau terlalu lembab, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan jangkrik.
  4. Hindari Kepadatan Berlebihan: Jangan terlalu banyak mengisi kandang dengan jangkrik agar tidak saling berebut ruang dan makanan. Hal ini dapat mengurangi stres dan risiko kematian.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, pemula dapat memulai usaha ternak jangkrik dengan baik dan potensi panen yang melimpah.

Comments

Popular posts from this blog

ukuran box jangkrik yang dibutuhkan saat ternak jangkrik

29 jumat